Sabtu, 26 September 2015

BAB 2 PENDUDUK MASYARAKAT & KEBUDAYAAN

                                                                                         

A.
    PENDAHULUAN

Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek –aspek kehidupan yang meliputi aspek social, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya . Dengan adanya pertumbuhan aspek aspek kehidupan tersebut, maka bertambahlah system mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks .

Pemanfaatan dan pengembalan akal budi telah terungkap pada perkembangan  kebuyaan , baik kebudayaan rokhaniah maupun kebudayaan kebendaan . Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah mengubah cara berfikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 

A.      PERTUMBUHAN PENDUDUK
    
                Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya . Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi social ekonomi suatu daerah atau Negara bahkan dunia.

Misal  :  Dengan bertambahnya penduduk berarti  pula persedian bahan makanan, perumahan kesempatan kerja , jumlah gedung sekolah dan sebagainya .
Perkembangan Penduduk Dunia
Tahun 1830-2006
Tahun
Jumlah Penduduk
Perkembangan Pertahun
1830
1 milyard
-
1930
2 milyard
1%
1960
3 milyard
1,7%
1975
4 milyard
2,2%
1986
5 milyard
2%
1997
6 milyard
2%
2006
7 milyard
2%



Penggandaan Penduduk Dunia 

Tahun Penggadaan
Perkiraan Penduduk Dunia
Waktu
800 SM
5 juta
-
1650 tahun
500 juta
1500
1830 tahun
1 milyard
180
1930 tahun
2 milyard
100
1975 tahun
4 milyard
45

Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun. Penambahan/pertambahan penduduk disuatu daerah atau Negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi berikut :
1.       Kematian  (Mortalitas)
2.       Kelahiran (Fertilitas)
3.       Migrasi

ü  KEMATIAN
·         Tingkat kematian kasar (Crude death rate/CDR)
 Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
·         Tingkat kematian khusus (Age specific death rate)
Karena tingkat kematiaan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Karena perbedaan resiko kematiaan tersebut, maka digunakan tingkat kematiaan menurut umur.


ü  KELAHIRAN  (Fertilitas)
Pengukuran fertilitas tidak sederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :

·         Sulit Memperoleh angka statistic lahir hidup karena bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
·         Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja.

Ada dua istilah asing yang kedua-keduanya diterjemahkan sebagai kesuburan.

§  Facundity (Kesuburan)
               Merupakan lebih di artikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak

§  Fertility (Fertilitas)
               Merupakan jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita.


ü  MIGRASI
Migrasi adalah perpindahan atau gerak penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Yang dikarnakan lingkungan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut.

v  Akibat Migrasi   :

§         Migrasi antar Negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk (immigrasi) hanya ada 0,61% dan migrasi ke luar (emigrasi) hanya sebesar 0,57% pertahun.

 §            Urbanisasi (migrasi dari desa ke kota) walaupun urutannya sangat kecil. Sebagian akibat dari  penduduk yang rata- rata masih muda tersebut memungkinkan pertumbuhan penduduk yang    pesat di kota, dan bagi pembangunan desanya sedikit banyak akan mempengaruhi kelancaraan.

Keadaan struktur atau komposisi penduduk yang berbeda-beda akan menunjukan bentuk piramida yang berbeda-beda pula.

Ada tiga jenis struktur penduduk :

§  Piramida penduduk muda Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang

§  Piramida Stationer Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.

§   Piramida Penduduk Tua Bentuk Piramida penduduk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesan dan tingkat kematian kecil sekali.

A.      KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

o   PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA

Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia, mulai dari zaman batu sampai zaman logam, sungguh akan berliku-liku, memerlukan waktu pembahasan yang panjang. Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa zaman batu itupun terbagi menjadi  2 yaitu :

1.      Zaman batu tua (Palaeolithikum)

                Pada zaman ini, manusia hidup secara nomaden atau berpindah-randah dalam kumpulan kecil untuk mencari makanan. Mereka mencari biji-bijian, umbi, serta dedaunan sebagai makanan. Mereka tidak bercocok tanam. Mereka menggunakanbatu, kayu dan tulang binatang untuk membuat peralatan sehari-hari. Alat-alat ini juga digunakan untuk mempertahankan diri dari musuh.

2.      Zaman batu muda ( Neolithikum)

Zaman batu muda benar-benar membawa revolusi dalam kehidupan manusia. Pada zaman ini mereka mulai hidup menetap, membuat rumah, membentuk kelompok masyarakat desa, bertani dan berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup.

o   Kebudayaan Hindhu, Budha, dan Islam

§  Kebudayaan Hindu, Budha

              Pada ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Hindu yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran Budha masuk ke Indonesia. Khususnya ke Pulau Jawa. Agama/ajaran Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju daripada Hinduisme.

§  Kebudayaan Islam

      abad ke -15 dan ke -16 agama islam telah di kembangkan di Indonesia. Oleh para pemuka –    pemuka       Islam yang di sebut wali sanga .Titik sentral penyebaran agama islam pada abad itu berasal   dari pulau         jawa . Masuknya agama Islam ke Indonesia, teristimewa ke Pulau Jawa berlangsung     dalam             suasana damai. Hal ini disebabkan karena Islam dimasukan ke Indonesia tidak dengan cara               paksa,   melainkan dengan cara baik-baik.

o   Kebudayaan Barat
             Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indinesia adalah kebudayaan Barat. Awal kebudayaan barad masuk ke Negara tercinta Republik Indonesia ketika kaum kolonialis/penjajah mengedor mask ke Indonesia , terutama bangsa belanda .  Dalam kurun waktu itu juga , di kota – kota pusat pemerintahan , terutama di Jawa , Sulawesi  Utara  dan Maluku nerkembang  dua lapis social  
  •   Lapisan social yang terdiri dari kaum buruh
  •   Lapisan kaum pegawai